10 Jenis Penyakit Mata Yang Menular dan Tidak Menular, Cek Penyebab Serta Penyembuhannya!

Ada banyak penyakit mata yang bisa mengganggu kesehatan mata dan berdasarkan penyebabnya penyakit ini tergolong menjadi 2 jenis. Jika penyakit mata disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri maka penyakit tersebut cenderung menular. Tetapi jika disebabkan oleh infeksi alergi, maka penyakit tersebut cenderung tidak menular.
Cara mencegah penyakit mata

Sehingga, bagi anda yang dianugerahi penglihatan yang normal, tak ada salahnya anda berusaha untuk selalu menjaga mata anda agar tetap sehat. Dan jangan lupa ketahui gangguan-gangguan pada mata agar anda bisa mencegahnya sejak dini. Berikut ini informasi selengkapnya.

Macam-Macam Penyakit Mata Beserta Penyebabnya

1. Katarak

Katarak merupakan sebuah penyakit yang menyebabkan lensa mata menjadi keruh dan menyebabkan penglihatan berkurang atau kebutaan. Penyakit ini bisa mengganggu berbagai aktifitas karena mata tidak bisa melihat dengan baik dan lebih parah pada malam hari. Katarak sering berkembang sesuai dengan waktu dan bisa terjadi sejak kecil. 

Ciri -ciri katarak 
  • Penglihatan menjadi kabur 
  • Sulit untuk melihat pada malam hari 
  • Mata menjadi sangat sensitif terhadap cahaya
  • Ada lingkaran putih dalam sumber cahaya seperti lampu 
  • Lensa kacamata sering tidak menjadi jelas atau harus lebih sering berganti. 
  • Penglihatan mata menjadi ganda 
Katarak bisa muncul dengan berbagai sebab termasuk kondisi cacat bawaan sejak lahir. Usia juga memberikan pengaruh yang sangat besar. Sementara pemicu lain adalah seperti:
  • Penambahan usia 
  • Penyakit diabetes yang tidak dikendalikan 
  • Kebiasaan mengkonsumsi alkohol 
  • Paparan langsung dari sinar matahari 
  • Ada riwayat katarak dalam keluarga 
  • Penyakit Darah tinggi 
  • Obesitas 
  • Pernah mengalami gangguan mata 
  • Kebiasaan merokok.
Tindakan operasi bisa dilakukan untuk menghapus katarak dan mengembalikan fungsi mata dengan baik. Namun tindakan perawatan lain bisa dilakukan dengan:
  • Memakai kacamata dengan kondisi sesuai dengan katarak 
  • Menggunakan kaca pembesar untuk melihat lebih jelas 
  • Menggunakan kacamata saat dibawah sinar matahari. 
  • Tidak mengemudikan kendaraan saat malam hari.

Cara Mencegah Katarak 

  • Mencoba untuk berhenti merokok karena asap rokok bisa mempengaruhi kesehatan mata. Mengurangi konsumsi alkohol yang bisa meningkatkan kerusakan syaraf pada mata dan otak. 
  • Selalu memakai kacamata hitam saat berada di bawah sinar matahari 
  • Menjaga kesehatan dengan pemeriksaan rutin seperti tekanan darah, tingkat kolesterol dan tingkat kadar gula darah. 
  • Menjaga agar berat badan tidak berlebihan dengan mengurangi konsumsi lemak. 
  • Mengkonsumsi berbagai jenis makanan yang menyehatkan seperti buah dan sayuran yang bisa meningkatkan kesehatan mata.

2. Degenerasi Makula

Degenerasi makula adalah sebuah penyakit mata yang menyerang pada bagian makula sehingga menyebabkan mata tidak bisa melihat dengan jelas atau penglihatan kabur. Makula merupakan sebuah organ kecil pada mata yang terletak dibagian belakang mata dan berfungsi untuk mengirimkan sinyal gambar dari mata ke bagian otak. Penyakit ini paling sering terjadi pada orang tua.


 3. Neuritis Optik

Neuritis optik adalah penyakit karena adanya peradangan pada bagian saraf optik yang berupa kumpulan syaraf yang berfungsi untuk menghubungkan informasi dari mata ke otak. Penyakit ini pada awalnya sering ditandai dengan rasa sakit pada bagian mata dan penglihatan mengalami gangguan sementara. Penyakit ini juga berhubungan dengan penyakit lain yaitu multiple sclerosis.

4. Glukoma

Glukoma adalah kondisi penyakit mata yang menyebabkan mata tidak bisa melihat dalam jangka waktu tertentu. Penyakit ini bisa disebabkan karena kondisi penyakit mata tertentu yang menyerang pada bagian saraf optik mata. tekanan yang terlalu tinggi dalam bagian mata bisa menyebabkan penyakit ini muncul. Ada dua jenis glukoma yaitu glukoma sudut terbuka dan glukoma sudut tertutup. 

5. Konjungtivitis Mata

Konjungtivitis adalah peradangan yang muncul karena terdapat infeksi pada konjungtiva. Penyebab munculnya penyakit ini bermacam-macam, antara lain infeksi olah virus atau bakteri, alergi terhadap debu, serbuk sari, bulu binatang, zat kimia, dan lain sebagainya. Konjungtivitis yang menular merupakan konjungtivitis yang disebabkan oleh infeksi karena virus atau bakteri, sedangkan jika disebabkan oleh alergi cenderung tidak menular. 

Gejala dari penyakit ini antara lain: terjadi pembengkakan pada mata, mata cenderung berair, terasa gatal, terasa kabur, dan sensitif terhadap cahaya, serta produksi kotoran mata meningkat dari biasanya terutama saat bangun tidur. Seperti yang sudah dijabarkan sebelumnya konjungtivitis yang disebabkan oleh virus dan bakteri cenderung menular, lalu bagaimana cara menularnya? Mitos yang sering muncul di masyarakat adalah jangan menatap mata pasien konjungtivitis karena dapat menularkan konjungtivitis yang diidap pasien. 

Pada dasarnya penyakit ini menular karena penyebab dari penyakit ini berpindah, misal penyakit ini disebabkan oleh bakteri maka ketika bakteri penyebab penyakit itu berpindah dari mata yang sakit kepada mata yang sehat maka penyakit ini pasti akan menular. Misal saat anda menggosok mata yang sakit menggunakan tangan anda, kemudian lupa mencuci tangan terlebih dahulu dan menggosok mata yang sehat. Otomatis bakteri penyebab konjungtivitis akan berpindah dan menyebabkan mata yang sehat tertular penyakit konjungtivitis juga. 

Cara mengatasi: Dengan membersihkan kelopak mata menggunakan air hangat, berikan obat tetes mata atau salep yang mengandung antibiotik sesuai dengan anjuran dokter, dan pastikan untuk membersihkan tangan sebelum dan sesudah menyentuh mata yang sakit.

6. Abiasi Retina

Ablasi retina adalah sebuah kondisi yang menyebabkan lapisan penting dari jaringan pada retina mengalami penurunan sehingga posisinya lebih kebawah atau menarik ke dalam yang menyebabkan gangguan untuk pembuluh darah di daerah ini. Kondisi ini akan menyebabkan retina mengalami kekurangan oksigen sehingga bisa menyebabkan kebutaan. 

7. Ulkus Kornea

Ulkus kornea adalah luka pada lapisan terluar kornea karena infeksi bakteri, jamur, virus, kekurangan vitamin A, dan mata kering. Gejala yang sering timbul antara lain: rasa nyeri pada mata, sensitif terhadap cahaya, produksi air mata meningkat, terdapat bintik berwarna kuning keputihan pada kornea, sulit melihat dengan jelas, mata terlihat merah dan terasa gatal, serta produksi kotoran mata yang meningkat.

8. Pterigium

Pterigium jaringan degeneratif fibrovaskular yang biasanya tumbuh dari ujung sebelah dalam dari mata (bagian yang dekat dengan hidung), dan mengarah ke bagian iris mata. Fibrovaskular artinya jaringan pembuluh darah yang mengalami pengerasan karena menjadi “jaringan parut” (fibrosis), diakibatkan oleh proses radang kronik. Pterigium disebut juga “winglike”, karena bentuknya yang mirip sayap tipis berwarna putih halus. Penyebab pasti dari kelainan ini belum diketahui secara pasti, namun diduga dipicu oleh iritasi kronik (dalam jangka waktu yang lama) akibat debu, cahaya matahari, maupun udara yang panas. Penderita biasanya tidak merasakan gejala sakit yang berarti, mungkin hanya berupa mata yang agak kemerahan. 

Penglihatan secara umum tidak terganggu. Pengobatan pterigium tergantung dengan gejala yang dialami pasien. Untuk mencegah makin parahnya pterigium, lindungi mata dari debu, sinar matahari dan udara kering dengan kacamata. Apabila radang kemerahan sudah cukup mengganggu, dokter dapat memberikan obat steroid atau dekongestan. Untuk menghilangkan pterigium secara total harus dilakukan tindakan bedah, biasanya ketika pterigium sudah mengganggu penglihatan dan untuk mengurangi risiko kekambuhan.

10. Hordeolum 

Hordeolum adalah peradangan akut pada kelenjar kelopak mata yang disebabkan oleh infeksi staphylococcus. Jika infeksi menyerang kelenjar meibom maka akan terjadi hordeolum internum dengan pembengkakan yang cenderung besar dan mengarah ke konjungtiva tarsal, tetapi jika infeksi menyerang kelejar zies dan moll maka akan terjadi hordeolum eksternum dengan pembengkakan yang cenderung lebih kecil dan mengarah ke kulit kelopak. 

Gejala yang akan muncul adalah pembengkakan, rasa nyeri, dan rasa seperti terbakar pada kelopak mata, dan rasa nyeri saat menekan kulit di dekat pangkal bulu mata. Sama seperti konjungtivitis, ada mitos yang tersebar untuk tidak menatap mata pasien yang terkenda penyakit hordeolum karena dapat menular tetapi kenyataannya itu tidak benar. Karena penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri maka penyakit ini dapat menular, cara penularannya sama seperti konjungtivitas melalui sentuhan tangan yang terkena bakteri staphylococcus. Jadi jaga kebersihan tangan untuk memperkecil kemungkinan tertularnya penyakit ini.

11. Graves

Penyakit graves adalah sebuah kondisi yang menyebabkan adanya gangguan sistem kekebalan tubuh karena tubuh menghasilkan terlalu banyak hormon tiroid. Hormon tiroid adalah hormon yang bisa mempengaruhi semua sistem dalam kesehatan tubuh dengan berbagai cara yang berbeda. Penyakit ini bisa terjadi pada perempuan dan biasanya menyerang saat belum berumur kurang dari 40 tahun.

Berbagai jenis penyakit mata memang harus dihindari dan dicegah. Penyakit mata yang berhubungan dengan sistem kekebalan juga harus diantisipasi dengan mengobati penyakit itu sendiri. Jadi, mari menjaga kesehatan mata dengan langkah yang paling sehat untuk mata.

0 Response to "10 Jenis Penyakit Mata Yang Menular dan Tidak Menular, Cek Penyebab Serta Penyembuhannya!"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel